Hi reader,
Terdapat puluhan warga
Desa Panombean Hutahurung, Kecamatan Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengalami Keracunan makanan setelah menyantap daging anjing.
Dari Informasi yang di dapat sedikitnya 32 warga yang di duga Keracunan setelah menghabiskan daging tersebut.
Dari jumlah tersebut terdapat 22 di antara nya orang dewasa dan 10 lainnya masih anak-anak.
Peristiwa ini berawal dari saat ada beberapa kepala keluarga membeli seekor Anjing dengan patungan, lalu di potong dan di bagi rata.
tak di sangka pada kamis (20/2/2020) semua warga yang mengkonsumsi daging tersebut mengalami sakit perut parah.
Mereka pun akhirnya di larikan ke Puskesmas terdekat.
Hingga hari ini jumat (21/2/2020) mereka masih dalam perawatan.
Kooedinator Pemeriksa Umum Puskesmas Tiga Balata Retawati mengatakan bahwa pihak nya menerima 22 pasien. "Ada 10 lagi masih di Klinik Maranatha. mereka mengaku baru saja mengonsumsi daging tersebut", Jelasnya, jumat (21/2/2020).
Sementara itu, dihubungi terpisah, Kapolsek Balata, AKP Jagani Sijabat, menjelaskan ada 27 orang warga yang diduga keracunan. “Data sementara pastinya itu 27 orang, memang betul (keracunan). Keracunan enggak tahu, tetapi mereka sakit akibat makan daging anjing,” ujar saat dihubungi Jumat (21/2/2020).
Jagani mengatakan telah merupakan kebiasaan warga setempat membeli beli anjing untuk dimakan bersama.
Daging anjing itu diolah jadi makanan khas
Batak Toba seperti Na Pinadar, Rebus dan Panggang.
Kristianus mengatakan, acara makan bersama ini memang rutin dilaksanakan untuk mempererat keakraban sesama warga.
ia menjelaskan seluruh warga sudah mengalami sakit pada malam hari.
Namun, karena kesehatan semakin parah warga di bawa ke Puskesmas Tiga Balata.
"acara makan bersamanya itu hari rabu"
"pada malam hari udah ada yang mulai terasa mual-mual dan pusing"
"Hari Kamis, banyak warga juga udah berobat di bidan", ujarnya seraya mengatakan ketika itu tidak ikut makan bersama.
di duga keracunan ini bisa terjadi karena Darah Anjing yang menjadi bahan masakan kurang matang.
tetapi anjing tersebut telah di periksa dalam keadaan sehat.
"Mungkin darahnya kurang matang",
"Ada yang gak kena karena hanya makan sup",
"Anjingnya kita lihat sehat", katanya
Pemilik anjing Romiyanti Gultom, yang juga mengalami keracunan mengatakan sebelum dipotong anjingnya dalam keadaan sehat.
ia menjual anjing itu ke warga karena terlihat galak.
"kami jual itu karena memang galak"
"anjing kami ini sering dibawa berburu babi hutan", katanya
Romiyanti mengalami mual-mual, tensi tinggi, dan kebas pada seluruh tubuh.
ia juga mengaku sekujur tubuhnya ngilu.
"kebas dan sakit tulang-tulangku",
Trisban Sidabutar mengalami mual dan kepala yang sangat pusing.ia bersama anaknya makan bersama dalam acara itu.
"memang anakku yang gak makan daging. cuma makan sup saja," katanya
camat Jorlang Hataran Mariaman Samosir mengaku baru tahu ada kejadian keracunan olahan daging anjing.
ia tengah mendata jumlah pasien yang tengah mendapatkan perawatan.
Samosir mengharapkan warga memasak daging dengan matang.
"hari ini baru tahu sekarang",
"Enggak ada keluhan sekarang ini",
"Menurut masyarakat sehat",
Koordinator Puskesmas Dr Retawati memastikan pasien mengalami keracunan daging anjing.
Pihak
Puskesmas masih menangani seluruh pasien.
FOLLOW AND SHARE
 |
YOUTUBE
Terima kasih telah membaca sampai habis dan jika ada salah kata saya minta maaf karena salah dalam mengetik.
-Terima kasih-
|